Public Speaking, Master of Ceremony
Public Speaking, Master of Ceremony
www.AlvinAdam.com

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Ketua DPRD Morowali Bersaksi di PN Poso

Posted by On 8:20 PM

Ketua DPRD Morowali Bersaksi di PN Poso


Kasus Pengrusakan Alat Penambang Pasir Reporter/Poso : Ishaq alhikam
KETUA DPRD Kabupaten Morowali, Irwan, hadir di Pengadilan Negeri (PN) Poso sebagai saksi dalam sidang kasus pengrusakan peralatan tambang galian C milik korban Sumantri. Kasus itu terjadi di Desa Kolono Kecamatan Bungku Timur, yang terjadi dua tahun lalu dengan melibatkan tiga terdakwa yakni Awaluddin, Arham dan Nulfai.
Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Achmad Y Erria P, SH dan didampingi dua hakim lainnya serta dihadiri dua Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Bungku, yakni Edman Putra Nuzula, SH dan Wisnu Jati Dewangga, SH dengan agenda mendengarkan keterangan saksi (19/4/2018) lalu.
Dalam persidangan itu, JPU menghadirkan dua saksi yakni saksi Siti Masnah dan sa ksi Irwan yang tidak lain adalah Ketua DPRD Kabupaten Morowali, untuk dimintai keterangannya terkait peristiwa pengrusakan tersebut. Dua saksi itu sebelum memberikan kesaksian disumpah oleh ketua mejelis hakim berdasarkan agamanya.
Dalam kesaksiannya dihadapan majelis hakim, Irwan yang menggunakan baju batik dan peci tersebut menceritakan kejadian sebenarnya. Menurutnya, saat kejadian sekitar dua tahun lalu itu atau pada Jumat 9 September 2016, dirinya masih sebagai anggota DPRD Kabupaten Morowali.
Dia menyebutkan, kejadian tersebut terjadi usai salat Jumat. Mengetahui adanya massa yang mendatangi lokasi kejadian di muara sungai di Desa Kolono, dirinya bergegas ke lokasi kejadian. ‘’Saat saya tiba di lokasi kejadian, saya melihat massa sudah berada di ujung muara sungai tepatnya dekat lokasi kejadian,” ujanya.
Dia menuturkan, saat itu, dirinya meminta kepada massa yang ada untuk tidak merusak peralatan yang ada dan meminta mengamankan saja peralatan galian C berupa mesin dan pipa ke dekat pondok atau camp yang tidak jauh dari lokasi kejadian.
“Saya hanya meminta kepada masyarakat yang mendatangi lokasi kejadian untuk tidak melakukan pengrusakan terhadap apa yang ada,” ujarnya dihadapan majelis hakim. Dia menjelaskan, atas permintaan itu, masyarakat yang mendatangi lokasi kejadian pun mematuhinya dan mengumpulkan pipa-pipa dalam satu tumpukan dan mengikatnya dengan tali. Sementara mesin penyedot pasir yang berada di ujung muara, oleh masyarakat berusaha memindahkannya dari tempatnya dengan cara menarik mesin yang berada diatas rakit tersebut dengan tali.
Saat ditanya oleh Jaksa Penuntut Umum, apakah saksi juga ikut memindahkan mesin tersebut, saksi Irwan mengaku, dirinya hanya ikut menarik tali rakit yang dipakai untuk memindahkan mesin penyedot tersebut bersama massa yang ada. “Saya hanya ikut menarik tali rakit saat itu bersama massa lainnya , karena posisi saya berada di daratan atau lebih tinggi dari lokasi mesi n,” ujarnya menjawab pertanyaan JPU.
Dalam keterangannya, Irwan juga menegaskan bahwa aktivitas galian C milik Sumantri tersebut, hingga saat ini masih berlangsung, padahal telah ada perintah dari instansi terkait soal penghentian sementara kegiatan tambang galian C tersebut. Sebelumnya, DPRD Morowali telah melakukan rapat dengar pendapat dua kali terkait dengan adanya keluhan masyarakat Desa Kolono Kecamatan Bungku Timur terhadap kegiatan tambang galian C di desanya, yang telah meresahkan masyarakat setempat dan telah mengeluarkan keputusan dan meminta kepada pemilik tambang galian C, agar menghentikan sementara kegiatan galian C di muara sungai di desa tersebut.
‘’Sampai saat ini mereka masih melakukan kegiatannya disana dan bahkan menggunakan dua alat berat, sementara ada perintah dari DPRD dan instansi terkait agar kegiatan tersebut dihentikan sementara,” paparnya. Sebelumnya, saksi Siti Masnah saat memberikan keterangannya dihadapan majelis hakim menje laskan, terkait dengan apa yang dilihat dan dilakukannya saat peristiwa itu terjadi.
Menurutnya, dirinya tidak mengetahui persis soal kejadian pengrusakan peralatan galian C yang ada di Desa Kolono tersebut. Namun oleh pemilik tambang tersebut melalui telepon meminta tolong kepada dirinya untuk melihat ke lokasi kejadian dan mengambil gambar atau memotret kerusakan yang terjadi.
“Saya hanya diminta oleh pemiliknya lewat telepon, karena yang bersangkutan saat itu berada di Dubay. Setelah mendapat telepon, saya pun ke lokasi kejadian. Disana saya tidak bertemu dengan siapapun dan hanya mengambil foto mesin, bak penampungan dan pipa yang kondisinya sudah rusak,” akunya dihadapan majelis hakim.
Setelah mendengarkan keterangan saksi-saksi, majelis hakim memandang ada keterangan yang bertolak belakang antara saksi Irwan dengan keterangan pelapor Sumantri. Ketua majelis hakim Achmad Y Erria P, SH meminta, jika memungkinkan pihaknya akan melakukan peninjauan lapangan .
Sementara itu, JPU menjelaskan, bahwa mesin yang disebut-sebut saksi Irwan masih beroperasi di lokasi kejadian merupakan barang bukti dan telah dilakukan penyitaan. Sementara Pemilik tambang galian C, Sumantri yang saat itu hadir dipersidangan saat ditanya majelis hakim memberikan jawaban berbeda dengan saksi. Menurutnya, mesin yang disebut-sebut oleh saksi Irwan, keberadaanya masih di lokasi kejadian. Meskipun begitu kondisinya sudah rusak dan tidak bisa digunakan sama sekali.
“Apa yang dikatakan saksi tidak benar. Yang digunakan saaat ini adalah mesin baru pak hakim, bukan mesin yang dimaksud oleh saksi,” jelasnya kepada majelis hakim. Setelah mendengarkan ketarangan saksi-saksi, majelis hakim menanyakan soal keterangan saksi-saksi kepada tiga terdakwa yang hadir dipersidangan. Para saksi membenarkan seluruh keterangan saksi, namun salah satu saksi menambahkan, bahwa massa yang mendatangi lokasi kejadian bukan berjumlah 20 orang namun cukup banyak, karena kejad iannya usai salat jumat. Sidang akan dilanjutkan pada pekan depan, dengan agenda mendengarkan saksi mahkota dari tiga terdakwa.
Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri (kejari) Bungku, dalam dakwaanya menyebutkan, tiga terdakwa diancam telah melanggar pasal 170 KUHP dan pasal 162 Undang-undang Minerba.**

About kailipost

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.Sumber: Google News | Liputan 24 Bungku

LPMS Poso Gelar FGD Isu Terorisme

Posted by On 8:19 PM

LPMS Poso Gelar FGD Isu Terorisme


REPORTER POSO: ISHAK ALHAKIM
KAILI POST, POSO - Lembaga Penguatan Masyarakat Sipil (LPMS) Poso bekerja sama dengan The Habibie Center melakukan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema "Upaya Penguatan dan Pencegahan Isu Ekstrim Terorisme di Indonesia" (Minggu 22/4/2018).
Sebanyak 20 orang peserta berasal dari berbagai Lembaga yang ikut dalam diskusi tersebut salah satunya adalah mantan Narapidana Terorisme paska konflik yang ada di Poso.
Giat tersebut selain dihadiri oleh Direktur LPMS Poso Budiman Maliki S.Sos, tampak juga hadir dari Forum Kerukunan Ummat Beragama (FKUB) Ibrahim Ismail S.H.I.,M.H.I, Rektor Universitas Kristen Tentena (UNKRIT) Amnosius R.A.B Meringgi, SP.,M.Si, Fuad Anhar Abdullah, S. Sos,.M.Si Kepala bidang Dinas Sosial, Pimpinan Pondok Pes antren Amanatul Ummah Poso Ustadtz. Zainudin, serta Mahasiswa dari perguruan tinggi, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Poso, bersama Sekolah Tinggi Theologia (STT) Tentena dan beberapa tamu lainnya.
Direktur Lpms Poso Budiman Maliki menegaskan, dalam Mencegah terjadinya kekerasan ekstrim dimasyarakat khususnya berkaitan dengan upaya penanganan radikalisme dan intoleransi diwilayah paska konflik seperti diposo, kita harus bersama-sama bersatu dalam mencegah isu-isu yang akan memecah belah antar suku, ras, golongan dan agama.
Selanjutnya dikatakannya ada tiga tujuan utama FGD ini dilakukan yaitu ingin meningkatkan kesadaran masyarakat dalam merespon isu isu cauntering violent ekstremis, melakukan sharing informasi dan pengalaman terbaik dari para stekholder masyarakat sipil diposo baik itu lembaga pendidikan tinggi, ormas keagamaan, Lsm, eks napiter, kalangan media serta pemerintah daerah melalui SKPD, dan mendorong adanya wadah kolaborasi kedepan nya untuk lebih memperku at kerjasama dimasyarakat dalam melakukan upaya pencegahan aktivitas yang berkaitan dengan isu radikalisme, apapun bentuknya untuk bisa di kelola dengan perspektif bina damai di poso.
" Ini adalah salah satu output pertemuan dari FGD, bahwa semua stekholder yang terlibat dalam kegiatan ini akan melanjutkan kegiatan serupa dibulan depan guna mempertajam pokok bahasan, dirumuskan dalam prosa diskusi yang ada. Lpms bersama the habibie center juga akan memberikan pendampingan penguatan kepada stekholder sebagai upaya meningkatkan kapasitas bagi masyarakat sipil diposo dengan topik yang sama," Ujar Budiman Maliki.
Sementara itu Kabid Dinas Sosial Fuad Anhar Abdullah mengatakan, dalam menyikapi hal ini sebagimana pola pencegahan aksi-aksi kekerasan di Kabupaten Poso tentunya dalam prospektif sosial yang harus diperhatikan ialah pemetaan potensi rawan kekerasan, misal seseorang melakukan sesuatu kekerasan apa yang memotifasi orang itu.
Kemudian dalam penanganan kasus kekerasan ini, entah itu pencegahan atau pemulihan, kita harus memiliki pola-pola kekinian atau dengan kata lain harus update informasi.
Karena bagi teman-teman yang sudah mengalami kasus terorisme hukuman yang diberikan ke mereka bisa 4-5 tahun, ketika mereka keluar pasti zaman itu sudah berubah.
BACA SELENGKAPNYA DI HARIAN KAILI POST...!

About kailipost

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.Sumber: Google News | Liputan 24 Poso

Institut Mosintuwu, Polres Poso Sepakati Penghentian Kekerasan ...

Posted by On 8:19 PM

Institut Mosintuwu, Polres Poso Sepakati Penghentian Kekerasan ...

POSO, SULAWESI TENGAH â€"

Nota kesepahaman atau MoU oleh Institut Mosintuwu dan Polres Poso untuk memastikan upaya menangani kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan. Penandatanganan MoU itu dilakukan oleh Direktur Institut Mosintuwu Nerlian Gogali dan Kapolres Poso AKBP Bogiek Sugiyarto di Dodoha Mosintuwu, Tentena. Kerjasama dilakukan tepat pada Hari Kartini (21/4), yang melambangkan upaya terus menerus untuk meneruskan perjuangan Kartini untuk perempuan dan anak di Indonesia.

Direktur Institut Mosintuwu Nerlian Gogali mengatakan penandatanganan Nota Kesepahaman itu merupakan langkah maju untuk memastikan agar masyarakat bisa membangun kebudayaan yang bebas kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Poso.

“Menandatangani ini adalah sebuah awal komitmen yang sebenarnya sudah lama kami mimipikan, karena berjalan sendiri khususnya ibu-ibu di desa yang bergabu ng di tim Rumah Perlindungan Perempuan dan anak berjalan sendiri untuk menyelesaikan kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang hampir setiap hari terjadi. Ada yang dilaporkan, ada yang dicabut, ada yang dilaporkan tapi kemudian malah jadi bumerang buat para pendamping,” ungkap Nerlian.

Lian mengatakan masyarakat didorong supaya tidak takut melapor untuk mendapatkan kepastian hukum yang adil sehingga polisi dapat menangani kasus yang ada secara lebih terbuka.

Para Kapolsek dan aktivis/pendamping Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak (RPPA) Mosintuwu menyaksikan kegiatan penandatangan nota kesepahaman. (Foto: Institut Mosintuwu)
Para Kapolsek dan aktivis/pendamping Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak (RPPA) Mosintuwu menyaksikan kegiatan penandatangan nota kesepahaman. (Foto: Institut Mosintuwu)

Evi Ta mpataku, koordinator Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak (RPPA) Mosintuwu mengungkapkan sejak tahun 2014 ada puluhan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yaitu 30 kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), 31 kasus kekerasan seksual dan 2 kasus perkosaan, di mana 7 di antaranya menyebabkan kehamilan, penelantaran anak dan sebagainya.

Sayangnya, dalam pendampingan kasus tersebut, RPPA Mosintuwu sering berhadapan situsi penyelesaian kasus secara ganti rugi atau penyelesaian kasus secara kekeluargaan. Di sisi yang lain juga terdapat kasus yang tidak dilaporkan oleh masyarakat.

“Kami juga berhadapan dengan tokoh-tokoh agama yang memilih menyelesaikan permasalahan dengan ganti rugi uang disatu pihak kami juga berhadapan dengan oknum aparat kepolisian yang memfasilitasi penghentian kasus. Hambatan dan tantangan ini membuat Tim RPPA seperti jalan memutar yang tidak bisa memberi efek jera kepada para pelaku atau calon pelaku yang membuat kekerasan terhadap perempuan dan anak semakin merajalela,” ujar Evi.

Nota kesepahaman antara Institut Mosintuwu dan Polres Poso ini memuat dua kesepakatan, yaitu kerjasama untuk memberikan informasi dan pengetahuan hukum kepada masyarakat tentang pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak serta kekerasan dalam rumah tangga; dan Pendampingan dan penanganan hukum yang adil terhadap korban dugaan tindak pidana kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Kapolres Poso AKBP Bogiek Sugiyarto menjelaskan lahirnya kesepakatan bersama itu berangkat dari kesadaran bahwa Polisi memerlukan dukungan keterlibatan semua pihak termasuk kalangan LSM mencegah dan memberikan perlindungan terhadap anak-anak dan perempuan yang menjadi korban kekerasan di Poso.

“Yang akan dicapai adalah kerjasama, menyelesaikan permasalahan secara bersama-sama, diberi akses untuk Insitut Mosintuwu melakukan pendampingan, berdiskusi dengan kita, melakukan pendataan bahkan mungkin kearah penelitian bagaimana supaya kaitan pe rmasalahan dengan anak dan perempuan di Poso itu bisa disimpulkan apa penyebabnya,” jelas Bogiek.

Institut Mosintuwu, Polres Poso Sepakati Penghentian Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak mohon tunggu Embed
Institut Mosintuwu, Polres Poso Sepakati Penghentian Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak
by VOA Indonesia

No media source currently available

0:00 0:04:27 0:00 Unduh
  • 128 kbps | MP3
  • 64 kbps | MP3
Pop-out player

Remaja L (16) seorang korban kasus kekerasan pemerkosaan yang membuatnya hamil dan melahirkan seorang anak, kepada VOA berharap kerjasama antara Institut Mosintuwu dan Polres Poso itu dapat menyelamatkan apa yang disebutnya sebagai calon korban maupun korban dari kekerasan seksual seperti yang pernah dialaminya.

"Kalau saya sebagai korban saya bersyukur adanya penandatanganan kerjasama MoU karena akan lebih banyak lagi calon korban dan korban yang akan terselamatkan, sayakan selaku korban sudah diselamatkan oleh tim RPPA Mosintuwu, semoga tidak ada lagi korban kekerasan terhadap perempuan dan anak," harap L.

Diakuinya dengan dukungan RPPA Mosintuwu, secara perlahan ia dapat memulihkan rasa trauma akibat peristiwa di tahun 2017 yang menghancurkan masa depannya. Ia juga berencana melanjutkan kembali pendidikannya yang sempat tertunda. [yl/gp]

Sumber: Google News | Liputan 24 Poso

Hari Bumi, 300 Pohon Bakau Ditanam di Teluk Palu

Posted by On 8:17 PM

Hari Bumi, 300 Pohon Bakau Ditanam di Teluk Palu

 Pohon bakau atau mangrove ditanam di pesisir pantai teluk Palu, Minggu (22/4/2018). Seangel Indonesia Pohon bakau atau mangrove ditanam di pesisir pantai teluk Palu, Minggu (22/4/2018).

PALU, KOMPAS.com â€" Memperingati Hari Bumi Internasional, puluhan komunitas peduli lingkungan, melakukan penanaman 300 pohon bakau atau mangrove di Teluk Palu, Minggu (22/4/2018).

Kegiatan yang diinisasi oleh Seangle Indonesia itu, bekerjasama dengan 23 komunitas, Dinas Lingkungan Hidup Kota Palu, dan Dinas Perikanan dan Kelautan Sulawesi Tengah.

Lokasi penanaman mangrove dipusatkan di sekitar muara Sungai Palu dengan melibatkan sekitar 150 orang dari komunitas tersebut dengan tagar “satu orang satu mangrove” dan “end plastic pollution”.

Baca juga : Hutan Mangrove Ecomarine, Berdiri di Bekas Lahan Penuh Sampah di Muara Angke

“Ini kegiatan semua komunitas di Kota Palu, yang peduli akan kelestarian lingkungan,” kata Abi, salah seorang inisiator kegiatan.

Menurutnya kegiatan ini merupakan pertama kali dilakukan lintas komunitas peduli lingkungan. Ia berharap kegiatan ini terus berlanjut. Ia juga mereka mengajak seluruh lapisan masyarakat turut serta dalam menjaga lingkungan.


Berita Terkait

Hindari Serangan Buaya, Seorang Pria Sembunyi 20 Jam di Pohon Mangrove

Hutan Mangrove Ecomarine, Berdiri di Bekas Lahan Penuh Sampah di Muara Angke

Tekad Komunitas Mangrove "Me-mangrove-kan" Pesisir Jakarta

Komunitas Mangrove Usul Lautan Sampah di Muara Angke Ditanami Bakau

Hutan Mangrove Ecomarine, Oase di Sudut Kampung Nelayan Muara Angke

Terkini Lainnya

Brimob Polri Siap Amankan Event-event Besar di Tahun 2018

Brimob Polri Siap Amankan Event-event Besar di Tahun 2018

Nasional 23/04/2018, 10:12 WIB Sandiaga Hampir Naik Kapal yang Meledak di Kepulauan Seribu

Sandiaga Hampir Naik Kapal yang Meledak di Kepulauan Seribu

Megapolitan 23/04/2018, 10:06 WIB ISIS Klaim Serangan Bom Bunuh Diri yang Tewaskan 57 Orang di Kabul

ISIS Klaim Serangan Bom Bunuh Diri yang Tewaskan 57 Orang di Kabul

Internasional 23/04/2018, 09:55 WIB Survei Kompas: Jokowi Terganjal Masalah Harga Kebutuhan Pokok dan Lapangan Pekerjaan

Survei Kompas: Jokowi Terganjal Masalah Harga Kebutuhan Pokok dan Lapangan Pekerjaan

Nasional 23/04/2018, 09:54 WIB Punggungnya Terluka, Seekor Penyu Bertelur di Pantai Sukamade Banyuwangi

Punggungnya Terluka, Seekor Penyu Bertelur di Pantai Sukamade Banyuwangi

Regional 23/04/2018, 09:46 WIB 'Behind the Scene' Lobi-lobi Memasangkan Prabowo Jadi Cawapres Jokowi

"Behind the Scene" Lobi-lobi Memasangkan Prabowo Jadi Cawapres Jokowi

Nasional 23/04/2018, 09:40 WIB Digelar pada Agustus 2018, Samosir Music International Butuh Dukungan Nyata

Digelar pada Agustus 2018, Samosir Music International Butuh Dukungan Nyata

Regional 23/04/2018, 09:35 WIB Tak Ada Tilang Saat Uji Coba    Penambahan Waktu Ganjil-Genap di Sudirman

Tak Ada Tilang Saat Uji Coba Penambahan Waktu Ganjil-Genap di Sudirman

Megapolitan 23/04/2018, 09:30 WIB Hari Ini, Jokowi Tinjau Bandara Soedirman hingga Kunjungi Korban Gempa

Hari Ini, Jokowi Tinjau Bandara Soedirman hingga Kunjungi Korban Gempa

Nasional 23/04/2018, 09:29 WIB Pelaku Penambakan di Nashville Pernah Terobos Keamanan Gedung Putih

Pelaku Penambakan di Nashville Pernah Terobos Keamanan Gedung Putih

Internasional 23/04/2018, 09:13 WIB Mesin Kapal Dishub DKI Meledak Se   saat Setelah Dihidupkan

Mesin Kapal Dishub DKI Meledak Sesaat Setelah Dihidupkan

Megapolitan 23/04/2018, 09:03 WIB Uji Coba Perpanjangan Waktu Ganjil Genap di Sudirman-Thamrin Dimulai Hari Ini

Uji Coba Perpanjangan Waktu Ganjil Genap di Sudirman-Thamrin Dimulai Hari Ini

Megapolitan 23/04/2018, 08:46 WIB Survei Kompas: Kepuasan Pemerintahan Jokowi Meningkat Jadi 72,2 Persen

Survei Kompas: Kepuasan Pemerintahan Jokowi Meningkat Jadi 72,2 Persen

Nasional 23/04/2018, 08:45 WIB Persatuan Ojek Online Akan Unjuk Rasa di Dep   an Gedung DPR RI Hari Ini

Persatuan Ojek Online Akan Unjuk Rasa di Depan Gedung DPR RI Hari Ini

Megapolitan 23/04/2018, 08:22 WIB Lahir Kembar, Anak Sapi di Banyuwangi Ini Bernama Valentine dan Valentino

Lahir Kembar, Anak Sapi di Banyuwangi Ini Bernama Valentine dan Valentino

Regional 23/04/2018, 08:15 WIB Load MoreSumber: Google News | Liputan 24 Palu

Surga investasi di Kota Palu

Posted by On 8:16 PM

Surga investasi di Kota Palu

Merdeka > Uang > MAKASSAR Surga investasi di Kota Palu Senin, 23 April 2018 08:23 Reporter : Rohimat Nurbaya Airlangga Hartarto. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Matahari bangkit dari peraduan. Pagi itu, Jumat (20/4), Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengawali hari dengan berolahraga di Anjungan Nomoni, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Dia menyapa warga yang berada di sebuah taman cukup luas di pinggir pantai Kota Palu.

BER ITA TERKAIT
  • Kunjungi KEK Palu, Airlangga dipakaikan simbol tertinggi Suku Kaili
  • Nikmatnya Menperin nyeruput cokelat asli khas Kota Palu
  • Kawasan Ekonomi Khusus Palu terus dipromosikan, Menperin: sudah 14 investor masuk

Airlangga yang mengenakan kaus kuning dan celana hitam, sempat diserbu ibu-ibu yang hadir di taman tersebut. Meski matahari pagi mulai terik, dia tetap melayani warga yang ingin berswafoto. Selama satu jam dia berolahraga dan bercengkrama bersama warga.

Airlangga datang ke Kota Palu ingin melihat kondisi lapangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kelurahan Baiya, Kecamatan Mantikulore. Dari penginapan, Airlangga dan rombongan menyusuri jalanan utama Kota Palu untuk menuju KEK Palu.

Sepanjang perjalanan, terlihat garis pantai yang terbentang indah. Tampak masih banyak sapi-sapi yang digembala secara liar di lahan kosong berumput.

Lokasi KEK Palu dari tempat Airlangga menginap tak terlalu jau h, hanya ditempuh selama sekitar 45 menit perjalanan dengan menggunakan mobil. Dia ke KEK Palu untuk memastikan iklim investasi di sana, serta kesiapan infrastrukturnya.

Kementerian Perindustrian memang ingin menggaet banyak investor yang datang ke KEK Palu ini. "Ini semua (KEK) yang bangun Kementerian Perindustrian, drainase, jalan dan bangunan semua kami yang bangun. Kami terus mendorong," ujar Airlangga.

Palu merupakan kota terbesar ketiga di Sulawesi, setelah Makassar dan Manado. Palu dikelilingi pantai nan indah, dengan ombak yang landai.

Menurut Airlangga, KEK Palu berada di lokasi strategis karena ada di wilayah utara-selatan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI). "Jadi seluruh bahan baku dari Sulawesi bisa masuk ke sini," ucapnya.

KEK Palu berdiri di atas lahan seluas 15.000 hektare (Ha), di mana per tahun 2017 telah terealisasi hingga 482 hektare. Kawasan ini ditargetkan bisa menggaet investasi senilai Rp12,5 triliun. Per Juli 2017, realisasinya mencapai Rp115 miliar.

KEK Palu didukung berbagai fasilitas penunjang, antara lain Bandara Mutiara Sis Al-Jufri, yang memiliki panjang landasan pacu 3.500 m dan kapasitas penumpang sekitar 1.500 orang per hari. Jarak Bandara ke kawasan diperkirakan 23 km.

Selanjutnya, tersedia Pelabuhan Pantoloan dengan kapasitas saat ini 37.000 TEUs, yang ditargetkan dalam pengembangan mencapai 1,2 juta TEUs. Ada pula fasilitas jalan trans Sulawesi Palu - Toli-toli, Palu Outer Ring Road, dan By pass Palu - Parigi.

Berbagai fasilitas tersebut tentu akan memudahkan para investor. Fasilitas untuk investasi semua ada di KEK Palu, izin diurus di sana, sehingga bisa langsung bangun. "Tentunya harganya sangat bersaing. Kalau inves di sini pasti untung. Tinggal investor saja yang datang," tutur Airlangga.

Harga tanah per meter di KEK Palu ini sangat murah. Hanya Rp50 ribu per meter. Apabila di kawasan industri di Bekasi dan sekitarnya, harg anya sudah Rp2 juta per meter. "Hitung saja, perbedaannya berapa kali lipat," ujar dia.

Industri furnitur

Salah satu industri yang kini sedang didorong di KEK Palu adalah Pusat Inovasi Rotan Nasional (PIRNas). Pembangunan PIRNas ini difasilitasi oleh Kemenperin dan telah resmi beroperasi sejak 2014.

Dengan adanya PIRNas tersebut, Airlangga berharap dapat menarik investasi lebih banyak di KEK Palu. Tujuan PIRNas adalah untuk meningkatkan daya saing industri pengolahan rotan di dalam negeri.

Lingkup kegiatan yang dilakukan di PIRNas, antara lain pelatihan desain, promosi, riset, dan kerja sama terkait inovasi rotan dengan beberapa pihak seperti perguruan tinggi, lembaga riset, dan asosiasi. Luasan bangunan PIRNas, terdiri milik Kemenperin seluas 1,450 m2 dan sekitar 1,714 m2 milik Pemerintah Kota Palu.

"Kami berharap di sini terus melakukan pengembangan inovasi dan kreativitas pada pengolahan rotan, yang dapat men ingkatkan penggunaan produk rotan dalam negeri," tuturnya.

Dengan adanya PIRNas itu, Sulawesi Tengah berpotensi untuk pengembangan industri furnitur karena menjadi basis kuat penghasil bahan baku rotan. Hal ini sejalan dengan upaya Kemenperin yang tengah memacu daya saing industri furnitur selaku sektor padat karya berorientasi ekspor.

"Industri furnitur harus menjadi kebanggaan Tanah Air. Oleh karenanya, harus terus dikembangkan dan terus berinovasi," ucap dia.

Mayoritas atau sekitar 85 persen bahan baku rotan di seluruh dunia dihasilkan dari Indonesia. Airlangga pun optimistis, industri furnitur nasional khususnya berbasis rotan akan mampu berkompetisi di pasar global melalui desain dan kualitasnya.

PIRNas telah memberikan pelatihan sebanyak 100 desainer, mahasiswa desain dan pelaku industri rotan. Sebanyak 100 inovasi desain furnitur rotan telah dihasilkan, di mana 15 di antaranya sudah didaftarkan Haki-nya, serta beberapa meraih pen ghargaan desain dari pameran internasional.

Ada tiga desain PIRNAS yang sudah diproduksi secara massal untuk pasar nasional dan internasional.

Hingga saat ini, PIRNas telah membina sebanyak 23 IKM di Palu, dan sudah memberikan pelatihan produksi untuk 140 IKM di Mamuju, Maluku Tengah, Morowali dan Palu. Selain itu, dilakukan alih teknologi pewarnaan dan penyambungan rotan tanpa sekrup ke IKM binaan PIRNas.

"Untuk terus memajukan industri furnitur, kita jangan lagi ekspor bahan baku rotan. Mari kita olah sendiri dan fokus untuk meningkatkan nilai tambahnya melalui program-program yang telah kami fasilitasi," kata dia.

Penyerapan tenaga kerja di industri furnitur nasional sebanyak 101.346 orang pada tahun 2016 dan diproyeksi akan mencapai 202.692 orang tahun 2018.

Sementara itu, nilai ekspor furnitur nasional sebesar US$1,7 miliar atau dan dalam dua tahun ke depan ditargetkan mencapai USD5 miliar atau setara Rp23,5 triliun. Tujuan utam a ekspor furnitur Indonesia adalah pasar Amerika Serikat, Jepang, dan Eropa Barat. [esy]


Topik berita Terkait:
  1. Menperin Airlangga Hartarto
  2. Airlangga Hartarto
  3. Kawasan Ekonomi Khusus
  4. Investasi
  5. Palu
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

In deks Berita Hari Ini
  • Pilgub Jatim paling kompetitif, selisih suara diprediksi tidak besar

  • Puti, Ashanty, Anang Hermanysah dan Aurel satu panggung serukan pilih nomor dua

  • Gus Ipul sampaikan duka atas kecelakaan rombongan Muslimat di Magetan

Rekomendasi

Sumber: Google News | Liputan 24 Palu