Liputan 24 Sulawesi Tengah | Liputan 24 Indonesia
Public Speaking, Master of Ceremony
Public Speaking, Master of Ceremony
www.AlvinAdam.com

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Khatib Salat Iduladha: Nabi Ibrahim Sembelih Keegoan Wariskan ...

Posted by On 1:35 AM

Khatib Salat Iduladha: Nabi Ibrahim Sembelih Keegoan Wariskan ...

MerahPutih.Com - Ketua Majelis Ulama Kota Palu, Prof Dr H Zainal Abidin MAg dalam khotbah salat Iduladha di Sigi, Sulawesi Tengah menyatakan Nabi Ibrahim melawan keegoan dan mewariskan pendidikan toleransi.

"Nabi Ibrahim dinyatakan telah memberikan pendidikan yang sangat berarti seperti toleransi atas peristiwa turunnya perintah Allah untuk menyembelih putranya, Ismail, "kata Prof Dr H Zainal Abidin, MAg, di Mpanau Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi, Rabu (22/8).

Pakar pemikiran Islam modern itu menyatakan momen Iduladha seyogyanya meneladani kembali kepatuhan Ibrahim dan Siti Hajar.

"Ibrahim patuh terhadap perintah Allah menggambarkan bahwa ia telah menyembelih, melawan keangkuhan, ke-egoan, kesombongan," ucapnya.

Bertindak sebagai khatib, Prof Zainal Abidin menceritakan Ibrahim mendapat perintah untuk menyembelih Ismail, putra kesayangannya, anak yang begitu lama ditunggu dan dirindukan. Putra satu-satunya yang diharapkan melanjutkan keturunannya justru harus disembelih dengan tangannya sendiri.

Perintah itu wajib dilaksanakan, kecintaan Ibrahim pada putranya tentu tak dapat diragukan, akan tetapi cintanya kepada Allah melebihi segalanya. Perintah itu dilaksanakan walau dengan bersimbah air mata.

"Perintah yang maha berat itu, menggetarkan alam malaikat, para malaikat bertasbih penuh takjub menyaksikan betapa di bumi ini ada dua orang hamba, ayah dan anak, yang mampu mengorbankan segala cinta duniawinya demi meraih cinta Ilahi. Dan karena kepatuhannya itu, Ibrahim kemudian digelari oleh Allah sebagai Khalilullah," ujar Prof Zainal Abidin.

Rektor Pertama Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu itu mengatakan sejarah Ibrahim telah menjadi pelajaran kepada kita, bahwa hanya orang-orang yang tahan ujian dan cobaan yang mampu menghadapi kehidupan dan bisa menjadi orang berguna, karena tak ada manusia besar dan berguna lahir dari sebuah keluarga yang santai dan tidak pernah mengalami rintangan dan hambatan dalam menghadapi sesuatu.

Prof Zainal Abidin MAg
Prof Dr H Zainal Abidin M.Ag (Foto: IAIN Palu)

Alqur'an melukiskan dalam bentuk dialog antara Ibrahim dengan anaknya Ismail yang masih muda belia. Kala Ismail menginjak usia muda, Ibrahim berkata pada anaknya: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi, aku akan menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu".

Sungguh di luar dugaan, Ismail yang masih polos itu menjawab spontan tanpa berpikir panjang: "Wahai ayahku kerjakanlah apa-apa yang diperintahkan oleh Allah. Engkau akan dapati aku Insya Allah tergolong orang-orang yang sabar".

Guru Besar Pemikiran Islam Modern itu menyebut ada yang me narik dari kisah Nabi Ibrahim dan anaknya. Dalam kisah ini tergambar ajaran dialog dan keterbukaan. Walaupun perintah itu dari Allah Ibrahim tidak lalu berlaku semena-mena sekehendak hatinya meski terhadap anaknya sendiri, miliknya sendiri yang dapat diperlakukan semaunya.

"Ibrahim justru memberikan kesempatan kepada anaknya untuk mengajukan saran agar diperoleh kata sepakat, ini adalah contoh teladan yang harus dipraktekkan oleh setiap orang tua yang hidup di zaman ini, begitu pula setiap anak harus mencontoh kepatuhan, kerelaan dan ketaatan serta kesetiaan Ismail kepada orang tuanya," kata Zainal Abidin.

Dewan Pakar Pengurus Besar Alkhairaat itu menerangkan dialog itu juga merupakan simbol antara atasan dan bawahan, pemerintah dan rakyat, penguasa dan masyarakat sehingga tidak terdapat jurang pemisah atau kesenjangan. Atasan tidak merasa paling hebat dan benar yang pada gilirannya bawahan lebih percaya diri dan dapat lebih kreatif dan maju. Begitu juga pe nguasa dan pemerintah tidak akan menjadikan rakyat sebagai obyek dan sasaran yang harus dikuasai dan diintimadasi. Tetapi rakyat diberi kebebasan, dalam mengajukan pendapat dan menyalurkan aspirasi serta mendapatkan hak-haknya, saling bicara dan saling mendengar.

Pakar pemikiran Islam modern Zainal Abidin
Pakar pemikiran Islam modern, Prof Dr H Zainal Abidin MAg (Foto: IAIN Palu)

Budaya dialog, kata dia, juga dalam kehidupan keagamaan sehingga terjalin kerukunan antar umat beragama dan interen umat beragama. Budaya dialog perlu ditumbuhsuburkan, sehingga tidak melahirkan kesombongan paham, sekte, aliran dan golongan atau merasa paham dan pendapatnya yang paling benar.

Ia menyampaikan bukankah menurut Islam setiap yang beriman itu bersaudara dan kita diciptakan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa untuk saling kena l-mengenal bukan untuk saling menyalahkan, saling memaki saling berperang dan saling membunuh.

"Melalui dialog diharapkan praktek saling menuding kekurangan dan menonjolkan superioritas harus dikubur dalam-dalam, kendati perbedaan pendapat tidak dapat di bendung, namun pertentangan yang membawa keretakan dapat dihindari bahkan berbagai perselisihan dan perbedaan tidak harus diselesaikan di sini, dan kini di dunia tetapi ada yang akan diselesaikan di hadapan Allah di hari kemudian," urai Rois Syuria Nahdlatul Ulama Sulawesi Tengah itu.

Prof Dr H Zainal Abidin MAg sebagaimana dilansir Antara menyampaikan khutbah di Masjid Al-Ikhlas Kabupaten Sigi, dengan judul Refleksi semangat Idul Qurban dalam memperkokoh keimanan yang toleran, mewujudkan masyarakat yang harmonis.

Pemerintah Kabupaten Sigi memilih Masjid Al-Ikhlas Desa Mpanau Kecamatan Biromaru Kabupaten Sigi, sebagai tempat shalat Idul Adha Bupati Sigi Mohammad Irwan Lapatta, pimpinan dan anggota DPRD serta forum komunikasi pimpinan daerah kabupaten Sigi.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Mantap, Indonesia Raih Medali Emas Keenam dari Paralayang

Sumber: Google News | Liputan 24 Sigi Biromaru

Obrolan di Pasar Hewan Sehari Jelang Idul Adha

Posted by On 1:35 AM

Obrolan di Pasar Hewan Sehari Jelang Idul Adha

Sigi, (Tagar 21/8/2018) - Pasar hewan sehari menjelang hari raya Idul Adha di Kabupaten Sigi, daerah yang berbatasan langsung dengan Palu, Ibu Kota Provinsi Sulawesi, terlihat sangat ramai dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Pantauan Selasa (21/8) lokasi pasar hewan di Desa Biromaru, Kabupaten Sigi, sejak pagi hari sudah dipadati warga yang datang dari berbagai wilayah di Kabupaten Sigi maupun Kota Palu untuk membeli ternak kurban sapi dan kambing.

Terlihat beberapa warga tawar-menawar dengan para pedagang ternak kurban.

Darmawan, seorang warga Kota Palu mengatakan setiap hari raya Idul Adha, ia selalu datang ke pasar hewan Biromaru untuk membeli ternak sapi dan kambing yang akan disumbangkan kepada warga miskin melalui pihak masjid.

"Alhamdulillah, sudah tiga tahun terakhir ini setiap menjelang hari raya Idul Adha, bisa menyumbang beberapa ekor ternak kambing dan seekor sapi kepad a warga yang kurang mampu," kata dia mengutip Antara.

Ia mengaku harga ternak sapi menjelang hari raya kali ini rata-rata mengalami kenaikan dibandingkan sebelumnya.

Seperti sapi potong yang sebelumnya dijual pedagang Rp 10 juta per ekor, kini naik menjadi Rp 12 juta perekor. Begitu pula dengan ternak kambing yang sebelumnya Rp 2 juta per ekor, kini naik menjadi Rp 3 juta per ekor.

Hal senada juga disampaikan Rifai. Ia mengatakan baru pertama kali datang ke pasar hewan Biromaru untuk membeli ternak kambing.

"Saya dengar dari teman, harga kambing di pasar hewan Biromaru lebih murah dibandingkan di Kota Palu," kata dia.

Karena itu, ia memilih untuk membeli ternak kambing untuk hewan kurban pada hari raya Idul Adha 2018 ini.

Rencananya, kata dia, hewan kurban yang dibelinya akan disumbangkan ke salah satu pengurus masjid yang ada di Kabupaten Sigi.

Selain pasar hewan, juga di sisi kiri dan kanan jalan mulai dari jalan Ka rajalembah sampai di Desa Lolu, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi terlihat banyak pedagang daging bermunculan menjelang hari raya Idul Adha.

Harga daging sapi segar dijual para pedagang di pinggiran jalan tersebut berkisar Rp 110.000 per kg, sama dengan harga daging sapi yang dijual pedagang di sejumlah pasar tradisional di Kota Palu. Warga pun banyak yang membeli daging dijual pedagang di jalan-jalan. []

Sumber: Google News | Liputan 24 Sigi Biromaru

Jelang Idul Adha, Pasar Hewan di Sigi Dipadati Warga

Posted by On 1:34 AM

Jelang Idul Adha, Pasar Hewan di Sigi Dipadati Warga

Liputan6.com, Jakarta - Pasar hewan sehari jelang hari raya Idul Adha di Kabupaten Sigi, daerah yang berbatasan langsung dengan Palu, Provinsi Sulawesi Tengah terlihat sangat ramai dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Dikutip dari Antara, Selasa (21/8/2018), lokasi pasar hewan di Desa Biromaru, Kabupaten Sigi ini sejak pagi hari sudah dipadati warga yang datang dari berbagai wilayah di Kabupaten Sigi maupun Kota Palu untuk membeli ternak kurban sapi dan kambing. Terlihat pula beberapa warga tawar-menawar dengan para pedagang ternak kurban.

  • Catat, Perhatikan 5 Hal Ini Sebelum Berangkat Salat Idul Adha
  • Pemprov DKI Temukan 22 Hewan Kurban Cacat
  • Pesan Saling Menghargai Bergema dari Jemaah Salat Idul Adha di Kota Medan

Darmawan, seorang warga Kota Palu mengatakan, setiap hari raya Idul Adha selalu datang ke pasar hewan Biromaru untuk membeli tern ak sapi dan kambing yang akan disumbangkan kepada warga miskin melalui pihak masjid.

"Alhamdulillah, sudah tiga tahun terakhir ini setiap menjelang hari raya Idul Adha, bisa menyumbang beberapa ekor ternak kambing dan seekor sapi kepada warga yang kurang mampu," ujar Darmawan.

Ia mengaku, harga ternak sapi menjelang hari raya kali ini rata-rata pengalami kenaikan dibandingkan sebelumnya. Seperti sapi potong yang seblumnya dijual pedagang Rp 10 juta per ekor, kini naik menjadi Rp 12 juta per ekor. Begitu pula dengan ternak kambing yang sebelumnya Rp 2 juta per ekor, kini naik menjadi Rp3 juta/ekor.

Hal senada juga disampaikan Rifai. Ia mengatakan baru pertama kali datang ke pasar hewan Biromaru untuk membeli ternak kambing.

"Saya dengan dari teman, harga kambing di pasar hewan Biromaru lebih murah dibandingkan di Kota Palu," kata Rifai.

Karena itu, Rifai memilih untuk membeli ternak kambing untuk hewan kurban pada hari raya Idul Adha 2018 ini.

Rencananya, kata dia, hewan kurban yang dibelinya akan disumbangkan ke salah satu pengurus masjid yang ada di Kabupaten Sigi.

* Update Terkini Asian Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru dari Arena Pesta Olahraga Terbesar Asia di Sini.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Ribuan warga Solo putuskan untuk Salat Idul Adha hari ini. Mereka meyakini karena wukuf telah berlangsung di Arafah.

1 dari 2 halaman

Banyak Bermunculan

[Bintang] Idul Adha 2018: Belajar dari Kisah Tukang Becak yang Berkurban Sapi
Renungan Idul Adha 2018, inilah kisah seorang tukang becak yang bisa berkurban sapi. (Foto: yusufmansur.com)

Selain pasar hewan, di sisi kiri dan kanan mulai dari Jalan Karajalembah sampai di Desa Lolu, K ecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi terlihat banyak pedagang daging bermunculan menjelang hari raya Idul Adha.

Harga daging sapi segar dijual para pedagang di pinggiran jalan tersebut berkisar Rp 110.000 per kilogram, sama dengan harga daging sapi yang dijual pedagang di sejumlah pasar tradisional di Kota Palu. Warga pun banyak yang membeli daging dijual pedagang di jalan-jalan.

Sumber: Google News | Liputan 24 Sigi Biromaru

Tour The Central Celebes 2018: Jalur Kebun Kopi Rawan Pesepeda

Posted by On 1:33 AM

Tour The Central Celebes 2018: Jalur Kebun Kopi Rawan Pesepeda


Tour the Centra Celebes (TdCC) II 2018 Panjang Jalur : 740 KM (lima etape) Peserta : 20 Tim, 16 Negara Etape Pertama : Teluk Lalong â€" Bunta Kabupaten Banggai 133.2 KM Telah disurvei 2 Agustus 2018 Etape Kedua : Wisata Pantai Pasir Putih Ampana (Touna) - Kabupaten Poso sepanjang 162,6 KM Etape Ketiga : Star Air Terjun Saluopa, Tentena - Kantor Bupati Parigi Moutong, sepanjang 204.1 KM
Reporter: Andono Wibisono
ETAPE IV (empat) Tour the Central Celebes (TdCC) sepanjang 1.11,7 KM dari Kabupaten Parigi Moutongâ€"Tugu Topeaju Bora Kabupaten Sigi mulai dikuatirkan. Pasalnya, etape ini akan melintas di jalur Kebun Kopi yang saat ini masih dalam pengerjaan cutingan gunung dan pelebaran jalan. Mengingat, kegiatan iven TdCC sisa dua bulan lagi digelar.
Sementara, lokasi kebun kopi hingga kini masih dalam pengerjaan dan masih buka tutup jalan. Sejumlah titik masih berdebu bila tidak ada hujan. Tapi, bila ada hujan maka di sekitar lokasi yang diperbaiki akan berlumpur. ‘’Sangat membahayakan pesepeda. Khususnya dari luar negeri,’’ ujar sumber Kaili Post.
Sejumlah pihak meminta Gubernur Longki Djanggola dapat segera memanggil Balai Jalan dan Jembatan Sulawesi Tengah sebagai pengguna jasa serta rekanan yang mengerjakan poros trans Sulawesi Kebun Kopi itu. ‘’Harus ada jaminan. Apakah tidak berdebu dan berlumpur nantinya bila medan akan dilintasi,’’ tandas sumber yang pegiat sepeda tersebut.
Dalam keterangan via pesan elektronik, Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Ruang Sulteng, Ir Syaifullah Djafar menanggapi rekomendasi Tim survei propinsi dan PB ISSI terkait percepatan pekerjaan be berapa jembatan yang lagi direhab. Misalnya; di KM 104 KM, pekerjaan jembatan di KM 105, pekerjaan jembatan KM 110, pekerjaan jembatan KM 115.4, pekerjaan jembatan KM 120.5, pekerjaan jembatan KM. 128.4, pekerjaan jembatan KM 131.8 dan pekerjaan jembatan KM 133.
‘’Intinya semua infrastruktur jalan dan jembatan yang menunjang TdCC harus bisa rampung sebelum gelaran TdCC. Apakah itu tanggung jawab nasional, propinsi dan kabupaten,’’ jawabnya.
Syaifullah juga membenarkan untuk jalur trans Sulawesi poros Kebun Kopi yang menjadi tanggung jawab nasional yaitu jalan Tawaeli â€" Toboli (kebun kopi), rehabilitasi jalan pada etape dua dan tiga serta etape lima. Sedangkan jalan propinsi yaitu pelebaran pada titik tertentu yaitu ruas Tentena â€" Tonusu, jalan I Gusti Rai Palu Selatan, serta ruas Ampana â€" Banawa.
Sedangkan untuk jalan kabupaten yaitu yang perlu diperhatikan adalah di Kabupaten Touna pada aera start etape dua. Dan di Kabupaten Donggala di lokasi an jungan Goneganti, Banawa. ‘’Itu yang jadi perhatian,’’ tandasnya. Apakah dengan limit dua bulan poros Toboli â€" Tawaeli Kebun Kopi dapat dijamin aman untuk pesepeda TdCC? Mengingat berdebu bila kering dan berlumpur bila hujan? ‘’Harus bisa. Minimal sudah aspal satu lapis,’’ tekan Syaifullah.
SURVEY Etape TDCC Tahun 2018 Tahap II untuk Etape I Teluk Lalong Banggai - Bunta sepanjang 133.2 KM berjalan dengan sangat Lancar oleh Tim Survey Propinsi dan PB ISSI. Tim diterima Wakil Bupati Banggai Mustar Labolo (2/08/2018) bertempat di Kantor Bupati Banggai.
Tim Survey Propinsi dan PB ISSI didampingi panitia Kabupaten Banggai melakukan survey dari jalur star sampai finish Etape I sepanjang 133.2 KM.
Survey Etape II akan dilanjutkan didampingi Pemerintah Kabupaten Tojo Una Una dengan harapan semoga pelakasanaan Survey Tahap II untuk Etape II star dari pusat wisata Pantai Pasir Putih Ampana, Tojo Unauna sampai di Kabupaten Poso dengan jarak tempuh 162 ,6 kilometer dapat berjalan dengan lancar. Jumlah peserta yang berasal dari berbagai penjuru Negara, bahkan telah tercatat 20 tim yang berasal dari 16 negara menyatakan kesiapannya untuk mengikuti event tersebut, antara lain Jepang, Vietnam, Spanyol, Australia, dan Rusia. Para pembalap nantinya akan melintasi jalan trans Sulawesi sepanjang 740 kilometer yang dibagi dalam lima etape.
Tim Survey Tahap II TDCC Etape II Star dari Pasir Putih Ampana Tete B â€" Poso dari Obyek Wisata Pasir Putih Ampana Tete B - Poso sehingga memberikan keyakinan bahwa TDCC Tahun 2018 akan berjalan dengan baik dan sukses sesuai dengan harapan gubernur dan seluruh masyarakat Sulteng bahwa TdCC akan memberikan dampak terhadap perbaikan infrastruktur dan juga memperkenalkan kepada dunia potensi wisata Sulteng.
Hasan menyampaikan sesuai hasil survey untuk Etape II ada beberapa titik jalan yang perlu perhatian untuk segera penyelesaian pekerjaannya. Mengingat pelaksanaan TdCC 2018 akan dilaksanakan tinggal dua bulan lagi.
Etape III Star Air Terjun Saluopa - Kantor Bupati Parigi (5/08/2018) hari ketiga pelaksanaan survey jalur TdCC terus berlanjut pada jalur etape III star dari air terjun saluopa dan finis pada depan kantor bupati Parigi Moutong.
Muksin menyampaikan bahwa pelaksanaan survey etape III Pemerintah Kabupaten Poso selalu mendampingi tim survey dan terus menyampaikan pernyataan dukungan penuh terhadap pelaksanaan TdCC 2018.
Thomas Safeei selaku utusan PB ISSI dan sebagai technical delegate menyampaikan bahwa Etape I Teluk Lalong Banggai - Bunta sepanjang 133.2 KM, selanjutnya Etape 2 Pasir Putih - Poso sepanjang 165.5 KM dan Etape 3 Air Terjun Saluopa - Parigi sepanjang 204.1 KM yang sudah di survey sudah sangat ideal untuk race balap sepeda.
Setiap etape memiliki krakteristik tersendiri seperti Etape dua merupakan jalur yang memberikan daya yang sangat menantang dan demikian juga Etape 3 memberikan daya tarik tersendiri dengan jarak temp uh 204,1 KM.
Thomas menyampaikan bahwa seluruh Etape TdCC menyuguhkan daya tarik kepada pembalap bukan hanya sportnya tetapi juga bagaimana bisa melihat destinasi - destinasi pariwisataan Sulteng dan yang membanggakan.**
Sumber: Google News | Liputan 24 Ampana

Transportasi Antar Pulau

Posted by On 1:33 AM

Transportasi Antar Pulau

Warga menaikkan kendaraanya ke kapal penumpang umum untuk diangkut ke pulau di Pelabuhan Ampana, Tojo Unauna, Sulawesi Tengah, Minggu (12/8/2018). Warga yang bermukim di 113 pulau di wilayah itu sangat tergantung dengan alat transportasi kapal laut dan perahu untuk menunjang aktivitas mereka. ANTARAFOTO/Basri Marzuki/foc/18.

Pewarta: ANTARAFOTO/Basri Marzuki/foc/18.
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Sumber: Google News | Liputan 24 Ampana

Kesan Calon Paskibraka Putra 2018 tentang Capaska Putri: Sedikit ...

Posted by On 1:33 AM

Kesan Calon Paskibraka Putra 2018 tentang Capaska Putri: Sedikit ...

Liputan6.com, Jakarta Beragam kisah dirasakan Calon Paskibraka (Capaska) 2018 tingkat nasional selama menjalani pendidikan dan latihan di PP-PON Kemenpora, Cibubur Jakarta. Bukan hanya tentang latihan jelang 17 Agustus nanti, juga keseruan dalam keseharian mereka.

Ketika ditanya tentang kesan mengenai para Calon Paskibraka putri, menurut Capaska asal Sulawesi Tengah, Ahmad Nur Alamsyah Sempo atau akrab disapa Fito, rekan-rekan putri mereka sekalipun baik tapi punya kebiasaan unik.

  • Menguji Pengetahuan Calon Paskibraka 2018 tentang Pakaian Dinas Upacara
  • Jajal Semua Posisi, Calon Paskibraka 2018 Belajar dari Kesalahan
  • Penghujung Latihan Gabungan, Calon Paskibraka 2018 Ramai-ramai Kejar Pelatih Muda Ini

"Baik, agak kejam sedikit," ujar Fito yang merupakan pelajar SMA Negeri 1 Ampana Kota pada Diary Paskibraka ditemui seusai latihan.

"Jahil," timpal Calon Paskibraka asal Sulawesi Barat, M Riyan Dwi Putra atau Riyan sambil tertawa.

Walaupun begitu, baik Riyan, Fito, maupun Capaska asal Kalimantan Utara, Nur Muhammad Akbar, tidak menemukan kategori perempuan ideal versi mereka selama diklat.

"Tidak ada sih," kata Akbar sambil sedikit tersenyum malu dan tetap kalem.

Namun, Akbar sendiri memiliki kriteria seorang cewek yang menurutnya ideal. "Sholehah, baik, jarang keluar rumah," kata pelajar SMAN 1 Sebatik itu.

Saksikan juga video menarik berikut ini:

Ini 68 putra dan putri terbaik yang dipilih untuk kibarkan Sang Saka Merah Putih pada 17 Agustus 2018.

1 dari 2 halaman

Siap untuk bertugas

Calon Paskibraka asal Sulawesi Barat, M Riyan Dwi Putra siap untuk bertugas lebih dari    seratus persen (Foto: M Fajri Erdyansyah)
Calon Paskibraka asal Sulawesi Barat, M Riyan Dwi Putra siap untuk bertugas lebih dari seratus persen (Foto: M Fajri Erdyansyah)

Mengenai kesiapan mereka sebelum menuju ke Istana Merdeka, ketiganya mengatakan sudah siap bertugas. Mereka juga berharap agar nantinya tugas mereka di perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia bisa berjalan dengan lancar.

"Latihannya tetap semangat. Alhamdulillah semuanya lancar. Sudah dipersiapkan semua, sepatu sampai dicuci," ujar Riyan.

"Sudah dipersiapkan dari kemarin, baik fisik, mental, dan kebersamaan," tambah Fito.

Menurut Akbar, yang ingin melanjutkan di akademi militer ini, tugas sebagai Paskibraka memaksa siap minggu depan nanti.

"Kalau perlu di atas seratus persen lah (siapnya)" kata Riyan optimis.

Riyan dan Fito sendiri memiliki cita-cita untuk bisa bergabung ke Akademi Kepolisian.

Calon Paskibraka asal Sulawesi Tengah, Ahmad Nur Alamsyah Sempo mengatakan Capaska putri agak jahil (M Fajri Erdyansyah)
Calon Paskibraka asal Sulawesi Tengah, Ahmad Nur Alamsyah Sempo mengatakan Capaska putri agak jahil (M Fajri Erdyansyah)
Sumber: Google News | Liputan 24 Ampana