JK: Demokrasi Harus Menghilangkan Diskriminasi | Liputan 24 Sulawesi Tengah
Public Speaking, Master of Ceremony
Public Speaking, Master of Ceremony
www.AlvinAdam.com

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

JK: Demokrasi Harus Menghilangkan Diskriminasi

Posted by On 12:52 PM

JK: Demokrasi Harus Menghilangkan Diskriminasi

  • Home
  • News
  • Nasional
JK: Demokrasi Harus Menghilangkan Diskriminasi Reni Lestari, Jurnalis · Kamis 07 Desember 2017, 15:27 WIB https: img.okeinfo.net content 2017 12 07 337 1826740 jk-demokrasi-harus-menghilangkan-diskriminasi-X77CLScoU9.jpgWapres RI M. Jusuf Kllaf sata hadiri Bali Democracy Forum (Foto: Antara) A A A

SERPONG - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) membagi pengalaman Indonesia menjalankan demokrasi saat memberikan pidato kunci pada Bali Democracy Forum (BDF) ke-10 yang digelar di ICE, BSD, Tangerang.

Ia menjelaskan, sejak merdeka 72 tahun lalu, praktik demokrasi di Indonesia mengalami pasang surut dan didera berbagai macam konflik. Hingga akhirnya di masa reformasi, demokrasi Indonesia tidak lagi dibayang-bayangi sistem otoritarian .

BERITA TERKAIT +
  • Bertolak ke Malang, JK Hadiri Pekan Hilirisasi Inovasi Teknologi dan Start Up Bisnis 2017
  • Mantan PM Malaysia Singgung Suku Bugis, Wapres JK: Sebagai Orang Bugis Saya Protes
  • Hina Orang Bugis, JK Minta Mahathir Mohammad Minta Maaf dan Ralat Ucapannya

JK menjelaskan, demokrasi harus menghilangkan diskriminasi, karena tujuan utamanya adalah menciptakan persatuan untuk meraih tujuan bangsa.

"Demokrasi sesuai tujuannya, tentu menciptakan persatuan dan harmoni, apabila demokrasi terlalu ditekankan kepada the winner take all, itu akan menghilangkan harmoni yang ada di negeri itu. Demokrasi harus menghilangkan diskriminasi," kata JK, Kamis (7/12/2017).

Konflik horizontal yang terjadi di Indonesia, contohnya di Poso dan Ambon disebabkan transisi dari sentralisasi menjadi desentralisasi yang diterapkan secara tiba-tiba.

"Ini juga menyebabkan banyak pelajaran daripada kita semua, nega ra-negara lain, yang ingin menjalankan demokrasi terbuka, haruslah memiliki masa transisi yang baik," ujar dia.

Di era kekinian, demokrasi menghadapi berbagai tantangan dan skeptisme. Demokrasi juga tidak jarang disalahgunakan untuk menyerang negara lain. Invasi Amerika Serikat ke Irak tahun 2003 menjadi salah satu contohnya. Yang terbaru, pengakuan resmi AS terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel juga mengindikasikan hal yang sama.

"Itu juga sangat berbahaya apabila tidak disiapkan suatu sosialisasi, atau suatu persiapan infrastruktur bagi rakyatnya," kata JK.

Menghadapi banyak tantangan tersebut, praktik demokrasi harus juga menyesuaikan diri. JK menyebut, berdasarkan pengalaman konflik di banyak negara, praktik demokrasi di suatu negara tak bisa serta merta diterapkan sama persis di negara lain dengan kultur yang berbeda.

"Demokrasi tidak bisa dijadikan copy paste untuk semua orang. Demokrasi harus disesuaikan dengan tradisi, gaya hidup di daerah masing-masing," ujar dia.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyebut bahwa tingkat partisipsi demokrasi Indonesia berada di atas negara demokrasi seperti Amerika.

“Amerika saja sebagai negara yang demokraris itu tingkat partisipasinya juga di bawah 50 persen. Singapura dan Australia juga sama. Di negara kita yang pendidikannya hanya sampai SMP (partisipasi pemilih) di atas 74 persen,” ucap Tjahjo di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Selasa 5 Desember 2017.

(ulu)

Berita Lainnya

  • Cari Pengganti Ketua DPR, Golkar Diminta Libatkan Publik Lewat Debat Terbuka

    Cari Pengganti Ketua DPR, Golkar Diminta Libatkan Publik Lewat Debat Terbuka

  • Di Malaysia, Pemuda Perindo Adopsi Sistem Kaderisasi UMNO Sasar Pemilih Pemula

    Di Malaysia, Pemuda Perindo Adopsi Sistem Kaderisasi UMNO Sasar Pemilih Pemula

  • Dewan Pakar Rekomendasikan Munaslub Partai Golkar 15-17 Desember 2017

    Dewan Pakar Rekomendasikan Munaslub Partai Golkar 15-17 Desember 2017

  • Program Padat Karya untuk Tingkatkan Penghasilan Masyarakat, Ini Teknisnya

    Program Padat Karya untuk Tingkatkan Penghasilan Masyarakat, Ini Teknisnya

  • Kejagung: Aset Bos First Travel yang Disita Diserahkan ke Pengadilan

    Kejagung: Aset Bos First Travel yang Disita Diserahkan ke Pengadilan

  • Pemerintah Tegaskan Penyaluran Bantuan Nontunai dan Bansos Rastra 2018 Tepat Waktu

    Pemerintah Tegaskan Penyaluran Bantuan Nontunai dan Bansos Rastra 2018 Tepat Waktu

  • Soal Yerusalem, Sikap Tegas Jokowi Sudah Tepat

    Soal Yerusalem, Sikap Tegas Jokowi Sudah Tepat

  • Tak Diusung Golkar di Pilgub Jabar, Dedi Mulyadi: Nama Besar Belum Tentu Membesarkan Partai

    Tak Diusung Golkar di Pilgub Jabar, Dedi Mulyadi: Nama Besar Belum Tentu Membesarkan Partai

< p>Berita Terkait

Jusuf Kalla
  • Wapres JK: Sarjana Harus Punya Orientasi Jadi Pengusaha
  • Lakukan Kunker di Sumbar, Wapres Tegur Gubernur yang Sering Berpantun
  • Kunjungi Makassar, Agus Yudhoyono Sowan ke Rumah Jusuf Kalla dan Disuguhi Kue Buroncong
  • Besok, Wapres JK Terbang ke Turki Hadiri KTT D-8
  • JK Santap Siang dengan Raja Belgia Jelang Festival Europalia
  • Ketemu Wapres JK di Belgia, Mahasiswa Indonesia Curhat soal Persyaratan Pendidikan
  • Berkunjung ke Belgia, Wapres JK Sempat Bertemu dengan Megawati
  • Mantap! Berkunjung ke Belgia, Wapres Jusuf Kalla Akan Temui WNI
  • Hadiri Dies Natalis Itera, Jusuf Kalla Didapuk Berikan Orasi Ilmiah
  • JK Doakan Awaloedin Djamin Tembus Usia Satu Abad
Cari Berita Lain Di Sini Sumber: Google News | Liputan 24 Poso

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »