4 Warga Luwuk jadi tersangka penyerangan petugas pakai bom ... | Liputan 24 Sulawesi Tengah
Public Speaking, Master of Ceremony
Public Speaking, Master of Ceremony
www.AlvinAdam.com

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

4 Warga Luwuk jadi tersangka penyerangan petugas pakai bom ...

Posted by On 11:35 AM

4 Warga Luwuk jadi tersangka penyerangan petugas pakai bom ...

Merdeka > Peristiwa 4 Warga Luwuk jadi tersangka penyerangan petugas pakai bom molotov Kamis, 22 Maret 2018 10:58 Reporter : Ya'cob Billiocta bom molotov. ©shutterstock.com

Merdeka.com - Empat warga menjadi tersangka kasus penyerangan terhadap petugas saat eksekusi lahan di kawasan Tanjung, Kelurahan Keraton, Kota Luwuk, Senin kemarin. Keempat tersangka kini ditahan di Mapolres Banggai.

BERITA TERKAIT
  • Hanafi Rais heran Bank Dunia tiba-tiba bantah data kepemilikan lahan
  • Sudrajat akan buat Bank Tanah, cegah lahan di Jabar dikuasai perusahaan besar
  • Soal sengketa tanah, Moeldoko sebut akan temui Amien Rais jika diperlukan

"Dari puluhan orang yang kita mintai keterangan di Mapolres, empat orang itu yang memenuhi unsur-unsur melakukan tindakan pidana sehingga ditetapkan sebagai tersangka, dan kini diamankan untuk kepentingan penyidikan," kata Wakapolres Banggai Kompol Doni Prakoso, Kamis (22/3). Dikutip dari Antara.

Keempat tersangka tersebut adalah L, warga Kompleks Tanjung, Kelurahan Keraton yang terbukti memiliki dan menguasai bahan peledak jenis bom molotov, melanggar pasal 1 UU Darurat No. 12 tahun 1951 serta Pasal 212 dan 213 KUHP dan terbukti melempar petugas dengan bom molotov yang dimiliki.

Tersangka kedua La Usu, nelayan asal Kota Baubau, Kabup aten Buton, Sulawesi Tenggara, dituduh melanggar UU Darurat No 12 Tahun 1951 dengan peran membuat atau merakit bahan peledak jenis bom molotov.

Tersangka ketiga Fir, nelayan Luwuk yang tinggal di Kelurahan Tanjung juga dituduh melanggar Pasal 1 ayat 1 UU Darurat No.12 tahun 1951 dan/atau pasal 212 dan 213 KUHP dengan peran melempari petugas dengan batu dan bom molotov.

Sedangkan tersangka keempat HK, nelayan yang juga warga Kompleks Tanjung melanggar pasal 1 UU Darurat No.12 tahun 1951 jo pasal 55 dan 56 KUHP dengan peran merakit bom molotov.

Terkait pembebasan lahan tersebut, Doni mengemukakan ratusan personel polisi dibantu TNI, hingga Kamis, masih melakukan pengamanan di lokasi eksekusi lahan karena masih ada excavator yang membersihkan puing-puing bangunan sisa pembongkaran yang dilakukan dua hari sebelumnya.

Selain itu, sejumlah warga yang sebelumnya tinggal di kompleks Tanjung tersebut masih terus berupaya mengangkut sisa-sisa barang dan bahan b angunan.

"Situasi di lokasi aman, namun petugas masih terus berjaga-jaga," ujar Doni.

Yusuf, seorang warga yang sedang berada di lokasi eksekusi yang dihubungi melalui telepon selulernya mengatakan kegiatan di lokasi saat ini tinggal pembersihan puing-puing bangunan yang dirobohkan pada dua hari sebelumnya.

Beberapa bangunan masih ditunda pembongkarannya seperti Kantor Dinas Tenaga Kerja dan gudang Bulog, sedangkan sebuah sekolah Taman Kanak-kanak dan dua masjid tidak dirobohkan.

Eksekusi lahan seluas sekitar 14 hektare ini dilakukan selama tiga hari, 19-21 Maret 2018 oleh tim eksekutor Kejaksaan Negeri Luwuk dengan dikawal sekitar 800 personel polisi dibantu TNI, dan mendapat perlawanan masyarakat di lokasi sehingga terjadi bentrokan yang menyebabkan polisi menangkap lebih dari 30 orang namun hanya empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka karena memenuhi unsur melakukan tindak pidana.

Eksekusi ini dilaksanakan berdasarkan putus an kasasi No.2351-K/Pdt/1997, Putusan Pengadilan Tinggi Sulteng No.81/Pdt/1996/PT.Palu dan putusan PN Luwuk No.02/Pdt/G/1998 yang memenangkan pemohon eksekusi atas nama ahli waris Ny. Berkah Al-Bakkar.

Pengacara pemohon eksekusi Abdul Salam dikabarkan telah melayangkan surat permohonan kepada Kapolres Banggai untuk mendapat pengamanan lanjutan pascaeksekusi terhadap lokasi itu hingga 28 Maret 2018. [cob]

Baca Juga:
Agustus 2018, pemerintah luncurkan portal kebijakan satu petaEksekusi lahan 14 hektare di Luwuk diwarnai kericuhanSempat dikira gereja, pembangunan sekolah Santa Laurensia kembali dilanjutkanKomisi II DPR tegaskan tak ada diskriminasi kepemilikan tanah di YogyakartaKembali protes pembangunan Tol Serpong-Cinere, aktivis menyelam di Situ SasakBelum dapat ganti rugi, warga tutup jalan lingkar luar Bogor
Topik berita Terkait:
  1. Sengketa Lahan
  2. Pembebasan Lahan
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini
  • Puti Guntur Soekarno dorong film nasional promosikan wisata Jatim

  • Diklaim oknum dukung Khofifah-Emil, LSM Perjuangan Anak Bangsa ancam somasi

  • KPU Jatim belum pasang Alat Peraga Kampanye Paslon di wilayah kepulauan

Rekomendasi

Sumber: Google News | Liputan 24 Luwuk

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »