Novel Baswedan dan Sejumlah Teror yang Dialami Selama di KPK | Liputan 24 Sulawesi Tengah
Public Speaking, Master of Ceremony
Public Speaking, Master of Ceremony
www.AlvinAdam.com

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Novel Baswedan dan Sejumlah Teror yang Dialami Selama di KPK

Posted by On 7:25 PM

Novel Baswedan dan Sejumlah Teror yang Dialami Selama di KPK

Novel Baswedan dan Sejumlah Teror yang Dialami Selama di KPK Reporter:

Caesar Akbar

Editor:

Rina Widiastuti

Selasa, 10 April 2018 16:04 WIB
Novel Baswedan

Novel Baswedan

TEMPO.CO, Jakarta - Novel Baswedan akan kembali aktif bekerja setelah penglihatannya mulai pulih. Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu optimistis bisa membaca lagi setelah menjalani operasi tahap dua di Singapura, Maret lalu.

"Saya berhara p dua minggu saya kontrol, setelah itu (penglihatan) agak jelas, saya pesan kacamata untuk mata kiri, saya bisa baca, saya masuk kantor," kata Novel di rumahnya di Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat, 6 April 2018. "Kalau saya belum bisa baca, saya masuk kantor, saya mau ngapain," dia menambahkan.

Baca: Mata Kiri Novel Baswedan Bisa Lihat Bayangan Jari setelah Operasi

Novel Baswedan mesti menepi sekitar setahun dari kegiatannya membongkar kasus-kasus korupsi setelah ia diserang dua orang pengendara bermotor pada Selasa pagi, 11 April 2017. Novel disiram air keras di wajah dan tubuhnya setelah melaksanakan salat subuh di Masjid Al-Ikhsan, tak jauh dari rumahnya. Akibatnya, mata Novel mengalami kerusakan dan mesti dioperasi. Untuk memulihkan penglihatannya, Novel pun harus mengimplan total mata kirinya dan memakai hard lens untuk mata kanannya.

Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil membawa topeng foto Novel Baswedan di gedung KPK, Jakarta, 11 April 2017. Mereka meminta KPK dan aparat kepolisian untuk segera mengusut kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik senior KPK Novel Baswedan. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

Novel bergabung dengan KPK sejak Januari 2017, sebagai penyidik polisi untuk lembaga antirasuah tersebut. Saat itu, KPK dipimpin oleh Taufiequrachman Ruki. Ia terlibat dalam pengungkapan sejumlah kasus korupsi kelas kakap.

Baca: Ditabrak dan Disiram Air Keras, Novel Baswedan: Tidak Menyerah

Beberapa kasus yang ditangani Alumni Akademi Kepolisian 1998 itu, di antaranya kasus suap cek pelawat Deputi Senior Bank Indonesia Miranda Goeltom tahun 2004; korupsi Bank Jabar tahun 2009; suap bekas Bupati Buol, Sulawesi Tengah, Amran Batalipu, tahun 2011; korupsi proyek simulator SIM Korlantas Polri tahun 2012; suap ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar, tahun 2013; dan megakorupsi proyek e-KTP 2014.

Baca: Hadir di HUT TEMPO, Novel Baswedan: Jangan Memilih Takut

Bersamaan dengan kecemerlangannya mengungkap sejumlah kasus rasuah yang melibatkan pejabat negara, sepupu dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan itu tak lepas dirundung teror. Penyiraman air keras yang dialaminya pada April 2017 yang menyebabkan matanya rusak bukanlah yang pertama. Berikut ini adalah sejumlah teror dan kriminalisasi yang dialami Novel Baswedan selama berkarier di KPK:

1. Juli 2012

Sepeda motor yang dikendarai Novel ditabrak mobil yang berisi sejumlah orang saat operasi penangkapan Bupati Buol Amran Batalipu.

2. Oktober 2012

Sejumlah perwira Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI mendatangi KPK untuk menangkap Novel atas tuduhan penembakan terhadap pencuri sarang burung walet ketika Novel bertugas sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Bengkulu pada 2004. Kriminalisasi itu terjadi saat Novel memimpin pengusutan kasus korupsi simulator kemudi yang menjerat Inspektur Jenderal Djoko Susilo.

3. Oktober 2015

Mobil yang ditumpangi Novel dan penyidik lain masuk ke sungai saat pengecekan fisik proyek e-KTP di perbatasan Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat.

4. Juni dan Agustus 2016

Sebuah mobil menabrak Novel yang sedang mengendarai sepeda motor di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Kala itu, Novel sedang menuju kantor KPK. Novel mengalami luka-luka. Peristiwa ini terjadi saat Novel dan timnya menyelidiki kasus reklamasi Jakarta. Penabrakan kembali terjadi dua bulan kemudian.

5. April 2017

Dua orang pengendara sepeda motor tidak dikenal menyiram wajah dan tubuh Novel Baswedan dengan air keras. Subuh itu, Novel tengah jalan kaki ke rumahnya setelah selesai menunaikan salat subuh berjamaah di Masjid Al-Ikhsan.

ARKHELAUS | MAJALAH TEMPO

Terkait
  • Kasus Novel Baswedan, Jokowi Diminta Beri Batas Waktu pada Polisi

    Kasus Novel Baswedan, Jokowi Diminta Beri Batas Waktu pada Polisi

    5 hari lalu
  • Usman Hamid: Kasus Novel Baswedan Ker   ikil dalam Sepatu Jokowi

    Usman Hamid: Kasus Novel Baswedan Kerikil dalam Sepatu Jokowi

    5 hari lalu
  •  Novel Baswedan dan Cerita Soal Jenderal

    Novel Baswedan dan Cerita Soal Jenderal

    5 hari lalu
  • 365 Hari Berlalu, Harapan Novel Baswedan pada Presiden Jokowi

    365 Hari Berla lu, Harapan Novel Baswedan pada Presiden Jokowi

    5 hari lalu
  • Rekomendasi
  • Muhaimin Iskandar Siap Patah Hati Jika Tak Jadi Cawapres Jokowi

    Muhaimin Iskandar Siap Patah Hati Jika Tak Jadi Cawapres Jokowi

    1 jam lalu
  • SNMPTN 2018, 110.946 Siswa Dinyatakan Lulus

    SNMPTN 2018, 110.946 Siswa Dinyatakan Lulus

    1 jam lalu
  • Politikus Golkar: Muhaimin Iskandar Ngebet Bener Jadi Cawapres

    Politikus Golkar: Muhaimin Iskandar Ngebet Bener Jadi Cawapre s

    1 jam lalu
  • SNMPTN 2018, 110.946 Siswa Dinyatakan Lulus

    SNMPTN 2018, 110.946 Siswa Dinyatakan Lulus

    1 jam lalu
  • Foto
  • Foto Hari Ini, dari Korupsi IPDN hingga Pameran Namaku Pram

    Foto Hari Ini, dari Korupsi IPDN hingga Pameran Namaku Pram

    10 jam lalu
  • Jokowi Tinjau Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati

    Jokowi Tinjau Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati

    14 jam lalu
  • DPR Anggap Facebook Gagal Lindungi Pengguna di Indo   nesia

    DPR Anggap Facebook Gagal Lindungi Pengguna di Indonesia

    14 jam lalu
  • Proses Evakuasi Jembatan Widang-Babat yang Ambrol

    Proses Evakuasi Jembatan Widang-Babat yang Ambrol

    15 jam lalu
  • Video
  • Jembatan Babat Ambruk, 3 Truk dan Sepeda Motor Terjun ke Sungai

    Jembatan Babat Ambruk, 3 Truk dan Sepeda Motor Terjun ke Sungai

    18 jam lalu
  • Ahmad Dhani Tuduh Antek PKI Sebar Hoax

    Ahmad Dhani Tuduh Antek PKI Sebar Hoax

    1 hari lalu
  • Petugas Gabungan Bubarkan Diskotek di Cilegon, Ini Alasannya

    Petugas Gabungan Bubarkan Diskotek di Cilegon, Ini Alasannya

    1 hari lalu
  • Abu Bakar Baasyir Cek Kesehatan di RSCM

    Abu Bakar Baasyir Cek Kesehatan di RSCM

    1 hari lalu
  • terpopuler
  • 1

    Luhut Panjaitan Jelaskan Soal Pertemuannya dengan Prabowo

  • 2

    Hasil SNMPTN 2018 Akan Diumumkan Mulai Sore Ini

  • 3

    Apa Kesepakatan Luhut Panjaitan dengan Prabowo?

  • 4

    Jembatan Widang Ambruk, Begini Upaya Evakuasi 2 Sopir Truk

  • 5

    Alasan Masyarakat Ingin Jokowi Diganti, Median: Faktor Ekonomi

  • Fokus
  • Sam Rainsy: Cina Manfaatkan Hun Sen Pecah Belah ASEAN

    Sam Rainsy: Cina Manfaatkan Hun Sen Pecah Belah ASEAN

  • Usulan Kenaikan Anggaran DPR Rp 7,7 Triliun Dikritik

    Usulan Kenaikan Anggaran DPR Rp 7,7 Triliun Dikritik

  • Menanti LRT Beroperasi dan Integrasi Angkutan Umum di Ibu Kota

    Menanti LRT Beroperasi dan Integrasi Angkutan Umum di Ibu Kota

  • Relokasi Pedagang Pasar Tasik Tambah Kemacetan Area Tanah Abang

    Relokasi Pedagang Pasar Tasik Tambah Kemacetan Area Tanah Abang

  • Terkini
  • Dahnil: Larangan Mantan Koruptor Jadi Caleg Melindungi Rakyat

    Dahnil: Larangan Mantan Koruptor Jadi Caleg Melindungi Rakyat

    1 jam lalu
  • Tanggapan Kementerian Agama Soal Usulan Moratorium Umrah

    Tanggapan Kementerian Agama Soal Usulan Moratorium Umrah

    1 jam lalu
  • Polri Akan Kembalikan Kapal Equanimity ke Pemiliknya

    Polri Akan Kembalikan Kapal Equanimity ke Pemiliknya

    2 jam lalu
  • 10 Anggota DPRD Sumut Kembalikan Uang Suap ke KPK

    10 Anggota DPRD Sumut Kembalikan Uang Suap ke KPK

    2 jam lalu
  • Mendikbud Tanggapi Soal UN Matematika yang Dianggap Sulit

    Mendikbud Tanggapi Soal UN Matematika yang Dianggap Sulit

    2 jam lalu
  • Muhaimin Iskandar Siap Patah Hati Jika Tak Jadi Cawapres Jokowi

    Muhaimin Iskandar Siap Patah Hati Jika Tak Jadi Cawapres Jokowi

    2 jam lalu
  • Politikus Golkar: Muhaimin Iskandar Ngebet Bener Jadi Cawapres

    2 jam lalu
  • SNMPTN 2018, 110.946 Siswa Dinyatakan Lulus

    SNMPTN 2018, 110.946 Siswa Dinyatakan Lulus

    2 jam lalu
  • Proyek Jalan Tol Manado-Bitung Roboh,  WIKA Beri Penjelasan

    Proyek Jalan Tol Manado-Bitung Roboh, WIKA Beri Penjelasan

    3 jam lalu
  • Rendang, Nasionalisme Ibu Negara Fatmawati Soekarno

    Rendang, Nasionalisme Ibu Negara Fatmawati Soekarno

    3 jam lalu
  • Selengkapnya Grafis

    Pengemudi Ojek Online Gojek dan Grab Tuntut Kenaikan Tarif

    Komisi Pengawas Persaingan Usaha memantau ketat tarif batas atas dan tarif bawah baru yang dituntut sopir Grab dan Gojek, aplikator angkutan roda dua.

    Sumber: Google News | Liputan 24 Buol

    Next
    « Prev Post
    Previous
    Next Post »