RPPA Mosintuwu Poso Kecam Aksi Pemerkosaan Siswi SD hingga ... | Liputan 24 Sulawesi Tengah
Public Speaking, Master of Ceremony
Public Speaking, Master of Ceremony
www.AlvinAdam.com

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

RPPA Mosintuwu Poso Kecam Aksi Pemerkosaan Siswi SD hingga ...

Posted by On 5:28 PM

RPPA Mosintuwu Poso Kecam Aksi Pemerkosaan Siswi SD hingga ...

Sosialisasi pencegahan kekerasan seksual terhadap pelajar di Desa Kelei, Kecamatan Pamoona, Puselemba, Poso.KOMPAS.com/ Dokumentasi RPPA Mosintuwu Sosialisasi pencegahan kekerasan seksual terhadap pelajar di Desa Kelei, Kecamatan Pamoona, Puselemba, Poso.

POSO KOMPAS.com - Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak (RPPA Mosintuwu) mengecam aksi pemerkosaan oleh 4 orang pelaku terhadap seorang anak perempuan yang berumur 13 tahun atau masih duduk di bangku kelas 6 sekolah dasar.

Dugaan pemerkosaan yang dilakukan oleh 4 orang pelaku yang notabene juga masih di bawah umur tersebut menambah daftar panjang kekerasan s eksual yang menimpa anak-anak di Poso dalam beberapa bulan terakhir

Koordinator RPPA Mosintuwu, Evi Tampakatu yang dikonfirmasi Kompas.com via telepon, Rabu (4/4/2018), mengatakan, masyarakat Poso perlu mengetahui apa saja bentuk ancamanan terhadap tubuh anak.

Selain itu, menurut Evi, masyarakat juga perlu mengampanyekan gerakan anti kekerasan seksual dan memberikan perlindungan kepada anak yang bisa dimulai dengan memberikan pendidikan kepada anak-anak mereka tentang bagian tubuh yang rentan menjadi sasaran pelaku kekerasan.

“Saat ini diperlukan upaya yang lebih luas dan terus menerus untuk melakukan sosialisasi dan pentingnya pemahaman tubuh anak kepada orang tua dan juga kepada anak agar kita mengetahui bagaimana melakukan langkah pencegahan dengan mengenali gejalanya,” jelas Evi.

Baca juga : Murid SD Dicabuli 4 Anak di Bawah Umur hingga Hamil

Evi menambahkan, para orang tua juga harus membekal i anaknya untuk berani melawan siapapun yang menyentuh bagian “terlarang" dari tubuh anak.

Selain itu, anak juga diberi pengetahuan tentang cara meminta tolong atau bantuan kepada orang yang lebih dewasa ketika mengalami kekerasan.

Evi mengatakan, untuk mencegah kekerasan serupa, RPPA Mosintuwu melakukan pencegahan terjadinya kasus kekerasan seksual dengan melakukan sosialisasi pencegahan ke rumah ibadah, sekolah hingga komunitas. Langkah tersebut dianggap penting untuk memberikan pengetahuan kepada orang tua dan anak-anak tentang tanda atau gejala bagaimana tindak kekerasan biasanya dimulai.

"Sosialisasi sudah kami lakukan ke beberapa desa di pinggiran danau Poso hingga ke Kecamatan Lage. Saat ini diperlukan upaya yang lebih luas dan terus menerus untuk melakukan sosialisasi dan pentingnya pendidikan seksual terhadap orang tua dan anak agar kita mengetahui bagaimana melakukan langkah pencegahan dengan mengenal gejalanya,” tambah Evi.

Sebelu mnya, seorang anak berumur 13 tahun warga Desa Tiwaa, Kecamatan Poso Pesisir Utara diperkosa hingga hamil oleh 4 orang pelaku yang juga masih di bawah umur. Korban masing-masing berinisial A, D, A dan F.

Baca juga : Ibu Korban Pemerkosaan: Anak Saya Trauma dan Tak Mau Sekolah Lagi

Munculnya kasus tersebut dinila oleh RPPA Mosintuwu sebagai indikasi bahwa di Poso Pesisir, kasus kekerasan seksual terhadap anak cukup tinggi. Data sebelumnya pada tahun 2016 lalu, seorang anak di bawah umur juga diperkosa oleh 3 orang yang masih anak-anak dan satu orang dewasa.

Kompas TV Mantan pemain tim nasional, Andika Yudistira Lubis ditangkap petugas Polrestabes Medan, Sumatera Utara.

Berita Terkait

Ibu Korban Pemerkosaan: Anak Saya Trauma dan Tak Mau Sekolah Lagi

Siswi SMK Korban Pemerkosaan Melahirkan di Toilet

Terkini Lainnya

Berita Populer: Libur Lebaran hingga 11 Hari dan Kredit Rumah Tanpa DP untuk PNS, POLRI, dan TNI

Berita Populer: Libur Lebaran hingga 11 Hari dan Kredit Rumah Tanpa DP untuk PNS, POLRI, dan TNI

Nasional 19/04/2018, 07:18 WIB 3 Pekan Menghilang, Wanita Ini Ditemukan Tinggal Kerangka di Hutan

3 Pekan Menghilang, Wanita Ini Ditemukan Tinggal Kerangka di Hutan

Regional 19/04/2018, 07:14 WIB Gara-gara Obat Nyamuk, 45 Rumah Warga di Ternate Ludes Terbakar

Gara-gara Obat Nyamuk, 45 Rumah Warga di Ternate Ludes Terbakar

Regional 19/04/2018, 07:09 WIB Jakarta Timur dan Selatan Berpotensi Hujan Disertai Angin pada Siang hingga Sore

Jakarta Timur dan Selatan Berpotensi Hujan Disertai Angin pada Siang hingga Sore

Megapolitan 19/04/2018, 06:58 WIB 6 Masinis MRT Perempuan Akan Jalani Praktik Lapangan untuk Dapat Sertifikasi

6 Masinis MRT Perempuan Akan Jalani Praktik Lapangan untuk Da pat Sertifikasi

Megapolitan 19/04/2018, 06:52 WIB Sehabis Didatangi 'Sales' Sofa, Uang Rp 20 Juta Ibu Ini Raib

Sehabis Didatangi "Sales" Sofa, Uang Rp 20 Juta Ibu Ini Raib

Megapolitan 19/04/2018, 06:44 WIB Juara 1 di Tingkat Asia, Mobil Hemat Energi UGM Melaju ke Inggris

Juara 1 di Tingkat Asia, Mobil Hemat Energi UGM Melaju ke Inggris

Regional 19/04/2018, 06:30 WIB Parpol Diminta Siapkan Lebih Banyak Caleg Cadangan

Parpol Diminta Siapkan Lebih Banyak Caleg Cadangan

Nasional 19/04/2018, 06:18 WIB Hari Ini, Pemprov DKI Tutup Diskotek Exotic dan Sense Karaoke

Hari Ini, Pemprov DKI Tutup Diskotek Exotic dan Sense Karaoke

Megapolitan 19/04/2018, 06:07 WIB Kisah Huang Hua, Mantan Rival Susi Susanti dari China yang Memutuskan Jadi WNI (2)

Kisah Huang Hua, Mantan Rival Susi Susanti dari China yang Memutuskan Jadi WNI (2)

Regional 19/04/2018, 06:00 WIB Makan Gratis di Angkringan di 9 Stasiun, Catat Tanggal dan Syaratnya

Makan Gratis di Angkringan di 9 Stasiun, Catat Tanggal dan Syaratnya Regional 19/04/2018, 06:00 WIB Kepala Dinas Perindustrian Aceh Utara Ditangkap karena Isap Sabu

Kepala Dinas Perindustrian Aceh Utara Ditangkap karena Isap Sabu

Regional 19/04/2018, 05:53 WIB Seorang Ibu Ditemukan Tewas dengan Mulut Dilakban dan Kepala Terluka Parah

Seorang Ibu Ditemukan Tewas dengan Mulut Dilakban dan Kepala Terluka Parah

Regional 19/04/2018, 05:37 WIB Pelatih Kesenian Jaranan Cabuli 9 Anak di Bawah Umur

Pelatih Kesenian Jaranan Cabuli 9 Anak di Bawah Umur

Regional 18/04/2018, 23:59 WIB Yusril Sebut Politisi PPP Pindah ke PBB karena Keputusan Dukung Jokowi

Yusril Sebut Politisi PPP Pindah ke PBB karena Keputusan Dukung Jokowi

Nasional 18/04/2018, 23:59 WIB Load MoreSumber: Google News | Liputan 24 Poso

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »