Surga investasi di Kota Palu | Liputan 24 Sulawesi Tengah
Public Speaking, Master of Ceremony
Public Speaking, Master of Ceremony
www.AlvinAdam.com

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Surga investasi di Kota Palu

Posted by On 8:16 PM

Surga investasi di Kota Palu

Merdeka > Uang > MAKASSAR Surga investasi di Kota Palu Senin, 23 April 2018 08:23 Reporter : Rohimat Nurbaya Airlangga Hartarto. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Matahari bangkit dari peraduan. Pagi itu, Jumat (20/4), Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengawali hari dengan berolahraga di Anjungan Nomoni, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Dia menyapa warga yang berada di sebuah taman cukup luas di pinggir pantai Kota Palu.

BER ITA TERKAIT
  • Kunjungi KEK Palu, Airlangga dipakaikan simbol tertinggi Suku Kaili
  • Nikmatnya Menperin nyeruput cokelat asli khas Kota Palu
  • Kawasan Ekonomi Khusus Palu terus dipromosikan, Menperin: sudah 14 investor masuk

Airlangga yang mengenakan kaus kuning dan celana hitam, sempat diserbu ibu-ibu yang hadir di taman tersebut. Meski matahari pagi mulai terik, dia tetap melayani warga yang ingin berswafoto. Selama satu jam dia berolahraga dan bercengkrama bersama warga.

Airlangga datang ke Kota Palu ingin melihat kondisi lapangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kelurahan Baiya, Kecamatan Mantikulore. Dari penginapan, Airlangga dan rombongan menyusuri jalanan utama Kota Palu untuk menuju KEK Palu.

Sepanjang perjalanan, terlihat garis pantai yang terbentang indah. Tampak masih banyak sapi-sapi yang digembala secara liar di lahan kosong berumput.

Lokasi KEK Palu dari tempat Airlangga menginap tak terlalu jau h, hanya ditempuh selama sekitar 45 menit perjalanan dengan menggunakan mobil. Dia ke KEK Palu untuk memastikan iklim investasi di sana, serta kesiapan infrastrukturnya.

Kementerian Perindustrian memang ingin menggaet banyak investor yang datang ke KEK Palu ini. "Ini semua (KEK) yang bangun Kementerian Perindustrian, drainase, jalan dan bangunan semua kami yang bangun. Kami terus mendorong," ujar Airlangga.

Palu merupakan kota terbesar ketiga di Sulawesi, setelah Makassar dan Manado. Palu dikelilingi pantai nan indah, dengan ombak yang landai.

Menurut Airlangga, KEK Palu berada di lokasi strategis karena ada di wilayah utara-selatan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI). "Jadi seluruh bahan baku dari Sulawesi bisa masuk ke sini," ucapnya.

KEK Palu berdiri di atas lahan seluas 15.000 hektare (Ha), di mana per tahun 2017 telah terealisasi hingga 482 hektare. Kawasan ini ditargetkan bisa menggaet investasi senilai Rp12,5 triliun. Per Juli 2017, realisasinya mencapai Rp115 miliar.

KEK Palu didukung berbagai fasilitas penunjang, antara lain Bandara Mutiara Sis Al-Jufri, yang memiliki panjang landasan pacu 3.500 m dan kapasitas penumpang sekitar 1.500 orang per hari. Jarak Bandara ke kawasan diperkirakan 23 km.

Selanjutnya, tersedia Pelabuhan Pantoloan dengan kapasitas saat ini 37.000 TEUs, yang ditargetkan dalam pengembangan mencapai 1,2 juta TEUs. Ada pula fasilitas jalan trans Sulawesi Palu - Toli-toli, Palu Outer Ring Road, dan By pass Palu - Parigi.

Berbagai fasilitas tersebut tentu akan memudahkan para investor. Fasilitas untuk investasi semua ada di KEK Palu, izin diurus di sana, sehingga bisa langsung bangun. "Tentunya harganya sangat bersaing. Kalau inves di sini pasti untung. Tinggal investor saja yang datang," tutur Airlangga.

Harga tanah per meter di KEK Palu ini sangat murah. Hanya Rp50 ribu per meter. Apabila di kawasan industri di Bekasi dan sekitarnya, harg anya sudah Rp2 juta per meter. "Hitung saja, perbedaannya berapa kali lipat," ujar dia.

Industri furnitur

Salah satu industri yang kini sedang didorong di KEK Palu adalah Pusat Inovasi Rotan Nasional (PIRNas). Pembangunan PIRNas ini difasilitasi oleh Kemenperin dan telah resmi beroperasi sejak 2014.

Dengan adanya PIRNas tersebut, Airlangga berharap dapat menarik investasi lebih banyak di KEK Palu. Tujuan PIRNas adalah untuk meningkatkan daya saing industri pengolahan rotan di dalam negeri.

Lingkup kegiatan yang dilakukan di PIRNas, antara lain pelatihan desain, promosi, riset, dan kerja sama terkait inovasi rotan dengan beberapa pihak seperti perguruan tinggi, lembaga riset, dan asosiasi. Luasan bangunan PIRNas, terdiri milik Kemenperin seluas 1,450 m2 dan sekitar 1,714 m2 milik Pemerintah Kota Palu.

"Kami berharap di sini terus melakukan pengembangan inovasi dan kreativitas pada pengolahan rotan, yang dapat men ingkatkan penggunaan produk rotan dalam negeri," tuturnya.

Dengan adanya PIRNas itu, Sulawesi Tengah berpotensi untuk pengembangan industri furnitur karena menjadi basis kuat penghasil bahan baku rotan. Hal ini sejalan dengan upaya Kemenperin yang tengah memacu daya saing industri furnitur selaku sektor padat karya berorientasi ekspor.

"Industri furnitur harus menjadi kebanggaan Tanah Air. Oleh karenanya, harus terus dikembangkan dan terus berinovasi," ucap dia.

Mayoritas atau sekitar 85 persen bahan baku rotan di seluruh dunia dihasilkan dari Indonesia. Airlangga pun optimistis, industri furnitur nasional khususnya berbasis rotan akan mampu berkompetisi di pasar global melalui desain dan kualitasnya.

PIRNas telah memberikan pelatihan sebanyak 100 desainer, mahasiswa desain dan pelaku industri rotan. Sebanyak 100 inovasi desain furnitur rotan telah dihasilkan, di mana 15 di antaranya sudah didaftarkan Haki-nya, serta beberapa meraih pen ghargaan desain dari pameran internasional.

Ada tiga desain PIRNAS yang sudah diproduksi secara massal untuk pasar nasional dan internasional.

Hingga saat ini, PIRNas telah membina sebanyak 23 IKM di Palu, dan sudah memberikan pelatihan produksi untuk 140 IKM di Mamuju, Maluku Tengah, Morowali dan Palu. Selain itu, dilakukan alih teknologi pewarnaan dan penyambungan rotan tanpa sekrup ke IKM binaan PIRNas.

"Untuk terus memajukan industri furnitur, kita jangan lagi ekspor bahan baku rotan. Mari kita olah sendiri dan fokus untuk meningkatkan nilai tambahnya melalui program-program yang telah kami fasilitasi," kata dia.

Penyerapan tenaga kerja di industri furnitur nasional sebanyak 101.346 orang pada tahun 2016 dan diproyeksi akan mencapai 202.692 orang tahun 2018.

Sementara itu, nilai ekspor furnitur nasional sebesar US$1,7 miliar atau dan dalam dua tahun ke depan ditargetkan mencapai USD5 miliar atau setara Rp23,5 triliun. Tujuan utam a ekspor furnitur Indonesia adalah pasar Amerika Serikat, Jepang, dan Eropa Barat. [esy]


Topik berita Terkait:
  1. Menperin Airlangga Hartarto
  2. Airlangga Hartarto
  3. Kawasan Ekonomi Khusus
  4. Investasi
  5. Palu
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

In deks Berita Hari Ini
  • Pilgub Jatim paling kompetitif, selisih suara diprediksi tidak besar

  • Puti, Ashanty, Anang Hermanysah dan Aurel satu panggung serukan pilih nomor dua

  • Gus Ipul sampaikan duka atas kecelakaan rombongan Muslimat di Magetan

Rekomendasi

Sumber: Google News | Liputan 24 Palu

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »