Sumur Mengering, Warga Rela Antri Berjam-jam untuk Mandi | Liputan 24 Sulawesi Tengah
Public Speaking, Master of Ceremony
Public Speaking, Master of Ceremony
www.AlvinAdam.com

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Sumur Mengering, Warga Rela Antri Berjam-jam untuk Mandi

Posted by On 9:25 PM

Sumur Mengering, Warga Rela Antri Berjam-jam untuk Mandi

Dampak kemarau sudah mulai dirasakan. Seperti terjadi di Desa Windurojo, Kecamatan Kesesi. Sebanyak 550 rumah warga kesulitan dengan air bersih. Seperti apa? Triyono, Kesesi

Sumur Mengering, Warga Rela Antri Berjam-jam untuk Mandi

MENUNGGU â€" Sejumlah warga Desa Windurojo, Kecamatan Kesesi rela menunggu gantian untuk mandi di salah satu sumber air di area sekitar.
TRIYONO

SETIAP musim kemarau, warga Desa Windurojo, Kecamatan Kesesi, selalu kesulitan air bersih. Kekeringan menjadi langganan. Sumur-sumur di desa tersebut lebih cepat mengering dibanding daerah lain. Tak heran jika, daerah ini selalu kesulitan air pada musim kemarau. Bahkan untuk mandi dan mencuci, warga rela mengantri berjam jam.

Hal itu dibenarkan Kepala Desa Windurojo, Kecamatan Kesesi, Hermani. Ketika ditemui, kemarin, ia menyatakan bahwa di setiap musim kemarau desanya memang langganan kesulitan air bersih karena sumur-sumur warga banyak yang mengering. Terutama di Dukuh Serang yang jumlah rumahnya mencapai 550 rumah.

Menurutnya, kedalaman sumur warga di desa itu antara 14 meter hingga 25 meter. Saat musim kemarau hanya sumur dengan kedalaman lebih dari 20 meter saja yang airnya masih keluar.

“Untuk mandi dan mencuci, warga mengandalkan tiga sumber mata air yakni blok pancuran, sumur sogo salakan, dan blok sawah sumar. Ketiga sumber ini jaraknya sekitar 1 km dari kampung,” terang Hermani ketika ditemui di balaidesa.

Sedangkan untuk memasak dan air minum, sebagian warga yang mampu mengandalkan dengan membeli air isi ulang.

“Saya juga mandinya di bawah sana di blok pancuran. Warga biasanya sebelum Subuh sudah antre untuk mandi atau ngangsu air. Kalau sore, antrean orang mandi bisa sampai pukul 21.00 WIB,” katanya.

Diungkapkan, untuk mengatasi persoalan air bersih yang selalui menghantui warganya setiap musim kemarau, program Pamsimas akan masuk desa tersebut pada tahun 2018 ini. Ia berharap, program itu bisa terlaksana dengan baik.

“Warga sangat antusias menyambut program Pamsimas ini. Sesuai informasi katanya Desember nanti sudah terealisasi,” imbuhnya.

Sementara salah seorang warga Desa Windurojo, Kesesi, Sugito, mengaku mengantri karena di rumahnya sudah tidak ada air. Adapun kesulitan air terjadi usai lebaran.

“Antri untuk gantian mandi, karena kalau tidak ya tidak bisa mandi. Selain mandi juga keluarga memcuci di sini,”ungkapnya. (*)

Penulis: Triyono | Radar Pekalongan
Redaktur: Widodo Lukito

Dilihat: 440Sumber: Google News | Liputan 24 Salakan

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »